Games

3 Game FPS Paling Frustrating Ever

Discover 3 game FPS paling frustrating yang bikin rage quit! Review lengkap game FPS tersulit dengan gameplay yang bikin stress dan tips menghadapinya.
FPS atau First Person Shooter memang genre yang paling bikin adrenaline naik, tapi ada beberapa game yang levelnya udah melampaui challenging dan masuk ke zona pure frustration. Gue yakin setiap gamer pernah ngalamin momen dimana pengen banget lempar mouse atau controller gara-gara kesel abis sama game yang lagi dimainkan.

Dari sekian banyak game FPS yang pernah gue mainkan selama bertahun-tahun, ada 3 game yang benar-benar memorable karena tingkat frustasi yang luar biasa. Bukan karena gamenya jelek, tapi justru karena terlalu challenging sampai bikin mental breakdown. Yuk kita bahas satu per satu!

Dark Souls with Guns: Escape from Tarkov

Kalau ada game FPS yang bisa bikin kamu questioning life choices, Escape from Tarkov adalah jawabannya. Game ini literally mengombinasikan semua elemen yang bisa bikin frustasi: permadeath, loot yang bisa hilang, AI yang overpowered, plus player base yang udah pro semua.

Bayangin aja, kamu udah spend 30 menit looting gear bagus, tiba-tiba kena headshot dari sniper yang entah dimana. Semua progress hilang dalam sekejap. Yang bikin makin frustasi, respawn time-nya lama banget, jadi kamu punya banyak waktu buat merenungi kesalahan yang baru aja dibuat.

Tapi yang paling bikin kesel adalah desync dan netcode issues yang sering terjadi. Kadang kamu udah yakin banget ngumpet di balik cover, eh ternyata di server masih keliatan. Mati gara-gara technical issues adalah frustrasi level maksimal.

Mengapa Tarkov Bikin Rage Quit

Learning curve yang steep plus punishment yang brutal bikin banyak player nyerah. Belum lagi community yang toxic dan cheater yang masih berkeliaran. Kombinasi perfect storm buat mental breakdown.

Battle Royale FPS yang Bikin Stres: PUBG

PUBG mungkin pioneer battle royale modern, tapi juga salah satu game FPS yang paling bikin frustasi. Random Number Generator atau RNG di game ini sometimes feels rigged banget. Kamu bisa landing di area bagus tapi dapet loot sampah, sementara musuh dapet scar dan armor level 3.

Circle RNG juga sering banget bikin unfair situation. Kadang kamu udah positioning perfect, eh circle malah nutup ke arah yang berlawanan. Terpaksa running di open field sambil dodging sniper fire dari segala arah. Momen-momen kayak gini yang bikin player lempar headset.

Yang nggak kalah annoying adalah third party situation. Udah menang fight susah payah, HP tinggal dikit, tiba-tiba ada squad lain yang tinggal clean up. 20 menit looting dan surviving hilang gara-gara bad timing.

Technical Issues yang Bikin Frustasi

Desync, lag compensation, sama hit registration yang inconsistent bikin PUBG jadi nightmare buat competitive play. Belum lagi optimization yang masih questionable di beberapa map.

Hardcore FPS yang Nggak Ampun: Hunt: Showdown

Hunt: Showdown adalah definisi sempurna dari high risk, high reward gameplay. Tapi risikonya sometimes feels terlalu tinggi compared sama rewardnya. Sekali mati, hunter beserta semua equipment hilang permanent. Belum lagi kalau udah invest bounty hunt yang lama.

Audio cues di game ini crucial banget, tapi sometimes misleading. Kamu bisa dikecoh sama sound yang ternyata dateng dari arah yang beda, atau distance yang salah estimation. Di game dimana one shot headshot adalah common, audio yang misleading bisa fatal banget.

PvP engagement di Hunt juga unpredictable. Kamu bisa ketemu duo atau trio yang udah main bareng bertahun-tahun dengan coordination yang perfect. Sebagai solo player, experience ini bisa bikin mental down abis.

Kenapa Game FPS Ini Begitu Frustrating

Ketiga game ini punya common denominator: high stakes gameplay dengan punishment yang brutal. Berbeda sama game FPS casual dimana respawn cepet dan progression nggak hilang, game-game ini bikin setiap mistake jadi costly banget.

Ditambah lagi, skill ceiling yang tinggi bikin gap antara newbie sama veteran jadi sangat kentara. New player yang masuk bakal ketemu experienced player yang udah thousands of hours, creating extremely unfair matchup yang frustrating.

Psychology Behind FPS Frustration

Investment fallacy juga berperan besar. Semakin lama kamu invest time di satu match, semakin painful pas kalah. Adrenaline rush yang tinggi pas bermain bikin emotional swing juga lebih extreme.

Tips Menghadapi Frustasi di Game FPS

Meskipun frustrating, ketiga game ini tetep worth it dimainkan kalau kamu bisa manage expectation dengan baik. Pertama, accept bahwa kamu bakal sering kalah, especially di awal. Learning curve yang steep adalah bagian dari experience.

Kedua, jangan terlalu attach sama progress atau loot. Di game hardcore FPS, everything is temporary. Focus ke skill improvement rather than material gain. Ketiga, take break regularly. Frustration bisa accumulate dan affect performance makin lama makin buruk.

Yang paling penting, find the fun factor. Meskipun challenging, game-game ini punya moment-moment epic yang nggak bisa didapet di game lain. The thrill of surviving against all odds atau clutch moment yang perfect adalah reward terbaik.

Jadi, meskipun ketiga game FPS ini bikin frustasi maksimal, they’re also incredibly rewarding kalau kamu bisa master the system. Challenge yang tinggi adalah yang bikin game jadi memorable dan satisfying pas berhasil overcome obstacles.

Exit mobile version